Oleh: M. Syarifuddin
Berawal dari sebuah niat seorang Anak yang bernama Ahmad, sewaktu
Ia masih duduk dibangku SMA sudah mempunyai niat ingin bisa melanjutkan Kuliah
di perguruan tinggi STAIN Palangka Raya, semua itu dia terinspirasi dari
seorang Gurunya yang berasal dari Alumni Perguruan Tinggi tersebut, makanya ia
ingin sekali bisa belajar diperguruan tinggi tersebut untuk memperbanyak Ilmu
pengetahuannya, baik dibidang Umum maupun
Agamanya.
Tidak terasa
akhirnya dia sebentar lagi ujian, karena ia sudah berada dikelas 3 SMA waktu
itu. Setelah ia selesai ujian dan mereka semua para murid yang sudah ujian
diliburkan, pada waktu liburan tersebut Ahmad bercerita kepada orang tuanya
tentang sebuah keinginannya agar bisa melanjutkan Sekolah keperguruan Tinggi
yang Ia inginkan.
Maka terjadilah percakapan antara Ahmad dan kedua orang tuanya
tersebut, denngan penuh keberanian Ahmad berkata kepada kedua orang tuanya
“Buu…, Pak.., Ahmad pengen banget kalau setelah lulus dari SMA ini melanjutkan
sekolah keperguruan yang lebih tinggi lagi!”
Ibu “Emangnya Kamu mau melanjutkan keperguruan tinggi mana nak?”
Bapak “Iya.., emangnya Kamu mau melanjutkan keperguruan mana?”
Ahmad “Aku pengen lanjutin Kuliah di STAIN!”
Bapak “STAIN itu apa nak?”
Ahmad “STAIN itu singkatan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri
Pak…!”
Bapak “o…, emang dimana letaknya Nak??”
Ahmad “Letanya dipalangka Raya Pak!”
Ibu “Wahh.., kan jauh dari tempat Kita Nak!”
Ahmad “Tapi Aku pengennya lanjutin disana Buu…,!”
Bapak “Emangnya kenapa Kamu mau Kuliah disana Nak?”
Ibu “Iya.., emangnya apalasan Kamu mau melanjutkan keperguruan
tinggi tersebut?”
Ahmad “Disana itu yang dipelajarin bukan cuma Ilmu Umum aja Bu..,
Pak.., akan tetapi juga Ilmu Agama yang dipelajari disana!”
Bapak “Iya.., Kamu boleh kok…, lanjutin sekolah disana, tapi ingat
jangan sampai ngecewain Ibu sama Bapak, kalau belajar yang benar biar jadi Anak
yang bermanfaat bagi orang banyak!”
Ahmad “Iya.., pak! Aku akan berusaha untuk bisa membahagiakan Bapak
sama Ibu!”
Karena mendengar jawaban tersebut dari kedua orang tuanya yang
membolehkan Ia untuk melanjutkan keperguruan tinggi yang Ia inginkan, maka Ia
pun merasa sangat senang sekali, bahkan disaat-saat kebahagiaanya itu kerena
diperbolehkan melanjutkan sekolah keperguruan tinggi yang Ia inginkan, Ia
sambil membayangkan bagaimana rasanya menuntut Ilmu di perguruan tinggi yang Ia
Impikan tersebut.
Dalam pikiran Ahmad terbayang-bayang bahwa tentunya nanti Ia akan
melanjutkan sekolah keperguruan tinggi yang Ia impikan, dan pastinya akan
banyak mendapatkan teman baru dan juga tentunya memperdalam Ilmu Agama, karena
Ahmad yang dulu bersekolah SMA pastinya sangat minim sekali Ilmu Agamanya.
Keinginan Ahmad untuk memasuki perguruan tinggi tersebut karena Ia
sangat ingin sekali belajar Ilmu Agama dan mendalaminya, karena Ia sangat
menginginkan supaya bisa menjadi orang yang bukan hanya pintar di Ilmu Umum
saja namun juga Ilmu Agama.
Hari demi hari dalam liburan tersebut Ahmad lewati, maka tibalah
saatnya pengumuman kelulusan dari Sekolahan Ahmad, maka setelah diumumkan hasil
kelulusan tersebut akhirnya Ahmad dan teman-temannya pun Lulus Semua, maka
setelah mendengar pengumuman tersebut meneteslah air mata yang membasahi pipi
mereka masing-masing karena merasa sangat senang sekali, karena mereka semua
telah Lulus dari SMA tersebut.
Maka satu persatu dari mereka saling berpelukan dan saling
mengucapkan perkataan maaf atas kesalahan yang telah mereka lakukan baik
sengaja maupun tidak sengaja, serta mereka juga bersalam-salaman kepada semua
Guru-guru mereka dan juga minta maaf kepada semua Guru-guru mereka atas apa
yang telah mereka lakukan selama ini, dan juga memohon do`a restu kepada semua
Guru-guru mereka agar mereka semua bisa menjadi orang yang bermanfaat setelah
lulus dari sekolahan tersebut.
Beberapa hari
setelah pengumuman kelulusan tersebut akhirnya mereka semua merencanakan sebuah
acara perpisahan yaitu dengan mengadakan syukuran disekolah mereka dan tentunya
mengundang semua Guru-guru dan juga semua murid-murid sekolahan tersebut.
Acara tersebut emang sangat sederhana sekali, namun tentunya penuh
makna bagi Ahmad dan juga teman-temannya, karena hari itu adalah hari kebahagiaan
dan juga kesedihan mereka. Kebahagiaannya karena mereka semua sudah lulus dari
SMA, akan tetapi yang menyadi kesedihan mereka adalah karena mereka semua akan
berpisah dengan guru-guru yang selama ini mengajarkan Ilmu kepada mereka semua
dengan penuh kesabaran dan juga ketabahan serta Istiqomah untuk memberikan Ilmu
kepada Mereka Semua, agar mereka nantinya menjadi orang yang bermanfaat
dikemudian harinya.
Hari-haripun berlalu, maka pendaftaran semua perguruan tinggi sudah
dibuka termasuk perguruan tinggi yang diimpikan oleh Ahmad tersebut, maka Ahmad
pun mengatakan kepada orang tuanya bahwa perguruan tingginya sudah dibuka,
namun ada sedikit perbedaan pendapat dari pada Ahmad dan kedua orang tuanya,
karena pada waktu itu orang tuanya tidak memiliki biaya untuk memasukan Ahmad
keperguruan tinggi tersebut, belum lagi ongkos untuk perjalanan Ahmad kesananya
dan juga biaya untuk makan Ahmad karena sangat jauh dari rumahnya, maka orang
tuanya memutuskan agar Ahmad berkuliah diperguruan yang dekat dengan rumahnya
saja walaupun perguruan tersebut bukan Negeri.
Maka disaat terjadi pendapat tersebut Ahmad tetap mengikuti
keinginannya untuk bisa masuk keperguruan tinggi yang ia inginkan tersebut,
maka terjadilah perbincangan diantara Ahmad dan orang tuanya.
Ahmad “Saya pengennya tetap kuliah diperguruan tinggi tersebut
Bu.., Pak..,!”
Ibu “Iya…, tapi bagaimana ini Nak, Bapakmu belum punya uangnya buat
pendaftaran Kamu!”
Bapak “Iya …, sebaiknya Kamu Kuliah disini aja Nak, kan sama aja!”
Ahmad “Pokoknya Saya pengen Kuliah disana Pak..!”
Ibu “Tapi kan bapakmu gak ada uang buat kamu daftar masuk
kuliahnya!”
Ahmad “Ini Saya punya tabungan Bu.., mungkin cukup buat ongkos
kesana dulu dan mendaftar untuk pembayaran formulirnya dulu!”
Bapak “Kalau memang itu kemauamu Nak bapak dan Ibu do`akan semoga
kamu berhasil!”
Ahmad “Aamiin.. do`ain Ahmad ya Pak… Bu.., biar Ahmad bisa diterima
Kuliah disana!”
Orang tuanya “Iya…, bapak dan Ibumu selalu mendo`akanmu semoga Kamu
sukses Nak!”
Setelah beberapa hari berlalu, maka Ahmad pun pergi dan pamitan
kepada orang tuanya untuk pergi mendaftarkan diri sekaligus mengikuti tes diperguruan
tersebut dengan Uang yang barang kali bisa tidak cukup, namun dangan tekad yang
kuat Ia membagi uang tersebut sehingga bisa mencukupi untuk kebutuhannya selama
mengikuti tes tersebut.
Tespun sudah dilakukan dan hasilnya tes tersebut diumumkan, maka
Ahmad pun diterima untuk menjadi Mahasiswa diperguruan tinggi tersebut, maka
Ahmad pun akhirnya pulang kampong dan memberritahukan kabar gembira tersebut
kepada orang tuanya.
Setelah orang tuanya mengetahui hal tersebut, maka orang tuanya
juga gembira sekali, dan Bapaknya semangat sekali bekerja untuk mencarikan uang
untuk pembayaran Uang masuk kuliah Ahmad tersebut.
Maka tibalah waktunya Ahmad untuk mengikuti kegiatan pengenalan
Akademik Kemahasiswaan yang wajib diikuti oleh Mahasiswa baru, namun Ketika
Ahmad ingin berangkan untuk pergi keperguruan tinggi tersebut orang tuanya juga
tidak memiliki uang untuk keberangkatannya, maka akhirnya Ia pun silaturahim
kepada seluruh paman dan bibinya yang tinggal kabupaten dengan dia.
Sewaktu Ahmad silaturahim ketempat paman dan bibi serta neneknya
tersebut, maka Ahmad pun ditanya oleh paman dan juga bibi serta neneknya kapan
Ia berangkat untuk masuk Kuliahnya, maka Ahmad pun menjawab “Rencananya saya
mau berangka besok, tapi Bapak sama Ibu…,, belum punya Uang!”
Maka mendengar hal tersebut, nenek Ahmad menyuruh paman dan juga
bibi Ahmad agar memberikan uang kepada Ahmad agar dia tetap bisa berangkat
besok, maka terkumpullah uang tersebut dan diserahkan kepada Ahmad, walaupun
jumlahnya tidak banyak namun cukuplah buat perjalanan Ahmad dan juga biaya
makannya selama beberapa Hari diperguruan tempatnya Kuliah tersebut.
Maka ahmad pun pulang kerumahnya dan memberitahukan kepada orang
tuanya kalau Ia tetap berangkat besok karena Ia ada uang yang di berikan oleh
paman, nenek dan juga bibinya tersebut dan tentunya uang tersebut cukup untuk
membayar ongkos perjalanannya dan juga biaya makannya selama beberapa hari.
Lalu orang tua Ahmad bertanya “Uang pendaftaran masuk Kuliahmu
bagaimana Nak?”
Ahmad “Itu nanti aja mikirinnya Pak.., Bu..,1 yang penting sekarang
saya bisa berangkat kesana dulu dan ngikutin kegiatan pengenalan Akademik
Kemahasiswaan tersebut.”
Bapak “Bapak akan berusaha untuk mendapatkkan uang buat biaya
Kuliahmu Nak!”
Ahmad “Iya …, pak!”
Keesokan harinya berangkatlah Ahmad menuju tempat perguruan tinggi
yang Ia impikan tersebut, dan sesampainya ditempat perguruan tinggi tersebut,
maka Ia pun istirahat ditempat temanya.
Kemudian kegiatan pengenalanAkademik kemahasiswaan tersebut dimulai
dengan waktu beberapa hari, maka setelah beberapa hari terlaksana kegiatan
tersebut, maka saatnya pembayaran uang masuk Kuliah akan segera ditutup, dan
bagi siapa yang belum bayar kuliah sampai waktu yang telah ditentukan, maka
tentunya Ia tidak bisa berkuliah.
Maka Ahmad pun dengan perasaan yang bercampur dalam dirinya, mulai
dari kebingungan bagaimana cara ngasih tau kepada orang tuanya tentang Uang
kuliahnya tersebut, maka Ahmad pun
dengan berani memberitahukan mengenai berita tersebut, namun ternyata
orang tuanya masih belum mempunyai uang tersebut, maka Ahmad pun semakin
bingung dan berusaha tetap tenang.
Namun orang tuanya juga tidak hanya berdiam diri, namun juga
berusaha meminjam kesana kemari, namun gagal terus, dan pada akhirnya orang
tuanya mendatangi seseorang untuk meminjam uang agar bisa membayar uang
kuliahnya Ahmad tersebut, kemudian orang tua Ahmad tersebut mengatakan
keinginannya kepada salah seorang yang ia kenal agar bisa meminjamkan uang
kepadanya, ternyata orang tersebut kebetulan ada uang sesuai yang ingin diinjam
oleh bapak Ahmad tersebut, maka akhirnya bapak Ahmad pun menemukan uang untuk
pembayaran masuk Kuliahnya tersebut.
Maka tinggal 2 hari lagi pembayaran kuliah tersebut ditutup,
Akhirnya orang tua Ahmad mengirimkan uang tersebut dan dengan segera Ahmad membayarkan
uang Kuliahnya tersebut, maka akhirnya pun Ahmad sangat senang sekali, karena
impiannya telah tercapai untuk bisa bersekolah di STAIN Palangka Raya, yang
dulu hanyalah sebuah impiannya saja, namun akhirnya semua itu menjadi kenyataan
dan Ia sangat bahagia sekali dan bersungguh-sungguh untuk belajar di perguruen
tinggi tersebut.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar