Minggu, 17 November 2013

Perjuangan Masuk STAIN Palangka Raya



Oleh: M. Syarifuddin

Berawal dari sebuah niat seorang Anak yang bernama Ahmad, sewaktu Ia masih duduk dibangku SMA sudah mempunyai niat ingin bisa melanjutkan Kuliah di perguruan tinggi STAIN Palangka Raya, semua itu dia terinspirasi dari seorang Gurunya yang berasal dari Alumni Perguruan Tinggi tersebut, makanya ia ingin sekali bisa belajar diperguruan tinggi tersebut untuk memperbanyak Ilmu pengetahuannya, baik  dibidang Umum maupun Agamanya.
            Tidak terasa akhirnya dia sebentar lagi ujian, karena ia sudah berada dikelas 3 SMA waktu itu. Setelah ia selesai ujian dan mereka semua para murid yang sudah ujian diliburkan, pada waktu liburan tersebut Ahmad bercerita kepada orang tuanya tentang sebuah keinginannya agar bisa melanjutkan Sekolah keperguruan Tinggi yang Ia inginkan.
Maka terjadilah percakapan antara Ahmad dan kedua orang tuanya tersebut, denngan penuh keberanian Ahmad berkata kepada kedua orang tuanya “Buu…, Pak.., Ahmad pengen banget kalau setelah lulus dari SMA ini melanjutkan sekolah keperguruan yang lebih tinggi lagi!”
Ibu “Emangnya Kamu mau melanjutkan keperguruan tinggi mana nak?”
Bapak “Iya.., emangnya Kamu mau melanjutkan keperguruan mana?”
Ahmad “Aku pengen lanjutin Kuliah di STAIN!”
Bapak “STAIN itu apa nak?”
Ahmad “STAIN itu singkatan dari Sekolah Tinggi Agama Islam Negeri Pak…!”
Bapak “o…, emang dimana letaknya Nak??”
Ahmad “Letanya dipalangka Raya Pak!”
Ibu “Wahh.., kan jauh dari tempat Kita Nak!”
Ahmad “Tapi Aku pengennya lanjutin disana Buu…,!”
Bapak “Emangnya kenapa Kamu mau Kuliah disana Nak?”
Ibu “Iya.., emangnya apalasan Kamu mau melanjutkan keperguruan tinggi tersebut?”
Ahmad “Disana itu yang dipelajarin bukan cuma Ilmu Umum aja Bu.., Pak.., akan tetapi juga Ilmu Agama yang dipelajari disana!”
Bapak “Iya.., Kamu boleh kok…, lanjutin sekolah disana, tapi ingat jangan sampai ngecewain Ibu sama Bapak, kalau belajar yang benar biar jadi Anak yang bermanfaat bagi orang banyak!”
Ahmad “Iya.., pak! Aku akan berusaha untuk bisa membahagiakan Bapak sama Ibu!”
Karena mendengar jawaban tersebut dari kedua orang tuanya yang membolehkan Ia untuk melanjutkan keperguruan tinggi yang Ia inginkan, maka Ia pun merasa sangat senang sekali, bahkan disaat-saat kebahagiaanya itu kerena diperbolehkan melanjutkan sekolah keperguruan tinggi yang Ia inginkan, Ia sambil membayangkan bagaimana rasanya menuntut Ilmu di perguruan tinggi yang Ia Impikan tersebut.
Dalam pikiran Ahmad terbayang-bayang bahwa tentunya nanti Ia akan melanjutkan sekolah keperguruan tinggi yang Ia impikan, dan pastinya akan banyak mendapatkan teman baru dan juga tentunya memperdalam Ilmu Agama, karena Ahmad yang dulu bersekolah SMA pastinya sangat minim sekali Ilmu Agamanya.
Keinginan Ahmad untuk memasuki perguruan tinggi tersebut karena Ia sangat ingin sekali belajar Ilmu Agama dan mendalaminya, karena Ia sangat menginginkan supaya bisa menjadi orang yang bukan hanya pintar di Ilmu Umum saja namun juga Ilmu Agama.
Hari demi hari dalam liburan tersebut Ahmad lewati, maka tibalah saatnya pengumuman kelulusan dari Sekolahan Ahmad, maka setelah diumumkan hasil kelulusan tersebut akhirnya Ahmad dan teman-temannya pun Lulus Semua, maka setelah mendengar pengumuman tersebut meneteslah air mata yang membasahi pipi mereka masing-masing karena merasa sangat senang sekali, karena mereka semua telah Lulus dari SMA tersebut.
Maka satu persatu dari mereka saling berpelukan dan saling mengucapkan perkataan maaf atas kesalahan yang telah mereka lakukan baik sengaja maupun tidak sengaja, serta mereka juga bersalam-salaman kepada semua Guru-guru mereka dan juga minta maaf kepada semua Guru-guru mereka atas apa yang telah mereka lakukan selama ini, dan juga memohon do`a restu kepada semua Guru-guru mereka agar mereka semua bisa menjadi orang yang bermanfaat setelah lulus dari sekolahan tersebut.
            Beberapa hari setelah pengumuman kelulusan tersebut akhirnya mereka semua merencanakan sebuah acara perpisahan yaitu dengan mengadakan syukuran disekolah mereka dan tentunya mengundang semua Guru-guru dan juga semua murid-murid sekolahan tersebut.
Acara tersebut emang sangat sederhana sekali, namun tentunya penuh makna bagi Ahmad dan juga teman-temannya, karena hari itu adalah hari kebahagiaan dan juga kesedihan mereka. Kebahagiaannya karena mereka semua sudah lulus dari SMA, akan tetapi yang menyadi kesedihan mereka adalah karena mereka semua akan berpisah dengan guru-guru yang selama ini mengajarkan Ilmu kepada mereka semua dengan penuh kesabaran dan juga ketabahan serta Istiqomah untuk memberikan Ilmu kepada Mereka Semua, agar mereka nantinya menjadi orang yang bermanfaat dikemudian harinya.
Hari-haripun berlalu, maka pendaftaran semua perguruan tinggi sudah dibuka termasuk perguruan tinggi yang diimpikan oleh Ahmad tersebut, maka Ahmad pun mengatakan kepada orang tuanya bahwa perguruan tingginya sudah dibuka, namun ada sedikit perbedaan pendapat dari pada Ahmad dan kedua orang tuanya, karena pada waktu itu orang tuanya tidak memiliki biaya untuk memasukan Ahmad keperguruan tinggi tersebut, belum lagi ongkos untuk perjalanan Ahmad kesananya dan juga biaya untuk makan Ahmad karena sangat jauh dari rumahnya, maka orang tuanya memutuskan agar Ahmad berkuliah diperguruan yang dekat dengan rumahnya saja walaupun perguruan tersebut bukan Negeri.
Maka disaat terjadi pendapat tersebut Ahmad tetap mengikuti keinginannya untuk bisa masuk keperguruan tinggi yang ia inginkan tersebut, maka terjadilah perbincangan diantara Ahmad dan orang tuanya.
Ahmad “Saya pengennya tetap kuliah diperguruan tinggi tersebut Bu.., Pak..,!”
Ibu “Iya…, tapi bagaimana ini Nak, Bapakmu belum punya uangnya buat pendaftaran Kamu!”
Bapak “Iya …, sebaiknya Kamu Kuliah disini aja Nak, kan sama aja!”
Ahmad “Pokoknya Saya pengen Kuliah disana Pak..!”
Ibu “Tapi kan bapakmu gak ada uang buat kamu daftar masuk kuliahnya!”
Ahmad “Ini Saya punya tabungan Bu.., mungkin cukup buat ongkos kesana dulu dan mendaftar untuk pembayaran formulirnya dulu!”
Bapak “Kalau memang itu kemauamu Nak bapak dan Ibu do`akan semoga kamu berhasil!”
Ahmad “Aamiin.. do`ain Ahmad ya Pak… Bu.., biar Ahmad bisa diterima Kuliah disana!”
Orang tuanya “Iya…, bapak dan Ibumu selalu mendo`akanmu semoga Kamu sukses Nak!”
Setelah beberapa hari berlalu, maka Ahmad pun pergi dan pamitan kepada orang tuanya untuk pergi mendaftarkan diri sekaligus mengikuti tes diperguruan tersebut dengan Uang yang barang kali bisa tidak cukup, namun dangan tekad yang kuat Ia membagi uang tersebut sehingga bisa mencukupi untuk kebutuhannya selama mengikuti tes tersebut.
Tespun sudah dilakukan dan hasilnya tes tersebut diumumkan, maka Ahmad pun diterima untuk menjadi Mahasiswa diperguruan tinggi tersebut, maka Ahmad pun akhirnya pulang kampong dan memberritahukan kabar gembira tersebut kepada orang tuanya.
Setelah orang tuanya mengetahui hal tersebut, maka orang tuanya juga gembira sekali, dan Bapaknya semangat sekali bekerja untuk mencarikan uang untuk pembayaran Uang masuk kuliah Ahmad tersebut.
Maka tibalah waktunya Ahmad untuk mengikuti kegiatan pengenalan Akademik Kemahasiswaan yang wajib diikuti oleh Mahasiswa baru, namun Ketika Ahmad ingin berangkan untuk pergi keperguruan tinggi tersebut orang tuanya juga tidak memiliki uang untuk keberangkatannya, maka akhirnya Ia pun silaturahim kepada seluruh paman dan bibinya yang tinggal kabupaten dengan dia.
Sewaktu Ahmad silaturahim ketempat paman dan bibi serta neneknya tersebut, maka Ahmad pun ditanya oleh paman dan juga bibi serta neneknya kapan Ia berangkat untuk masuk Kuliahnya, maka Ahmad pun menjawab “Rencananya saya mau berangka besok, tapi Bapak sama Ibu…,, belum punya Uang!”
Maka mendengar hal tersebut, nenek Ahmad menyuruh paman dan juga bibi Ahmad agar memberikan uang kepada Ahmad agar dia tetap bisa berangkat besok, maka terkumpullah uang tersebut dan diserahkan kepada Ahmad, walaupun jumlahnya tidak banyak namun cukuplah buat perjalanan Ahmad dan juga biaya makannya selama beberapa Hari diperguruan tempatnya Kuliah tersebut.
Maka ahmad pun pulang kerumahnya dan memberitahukan kepada orang tuanya kalau Ia tetap berangkat besok karena Ia ada uang yang di berikan oleh paman, nenek dan juga bibinya tersebut dan tentunya uang tersebut cukup untuk membayar ongkos perjalanannya dan juga biaya makannya selama beberapa hari.
Lalu orang tua Ahmad bertanya “Uang pendaftaran masuk Kuliahmu bagaimana Nak?”
Ahmad “Itu nanti aja mikirinnya Pak.., Bu..,1 yang penting sekarang saya bisa berangkat kesana dulu dan ngikutin kegiatan pengenalan Akademik Kemahasiswaan tersebut.”
Bapak “Bapak akan berusaha untuk mendapatkkan uang buat biaya Kuliahmu Nak!”
Ahmad “Iya …, pak!”
Keesokan harinya berangkatlah Ahmad menuju tempat perguruan tinggi yang Ia impikan tersebut, dan sesampainya ditempat perguruan tinggi tersebut, maka Ia pun istirahat ditempat temanya.
Kemudian kegiatan pengenalanAkademik kemahasiswaan tersebut dimulai dengan waktu beberapa hari, maka setelah beberapa hari terlaksana kegiatan tersebut, maka saatnya pembayaran uang masuk Kuliah akan segera ditutup, dan bagi siapa yang belum bayar kuliah sampai waktu yang telah ditentukan, maka tentunya Ia tidak bisa berkuliah.
Maka Ahmad pun dengan perasaan yang bercampur dalam dirinya, mulai dari kebingungan bagaimana cara ngasih tau kepada orang tuanya tentang Uang kuliahnya tersebut, maka Ahmad pun  dengan berani memberitahukan mengenai berita tersebut, namun ternyata orang tuanya masih belum mempunyai uang tersebut, maka Ahmad pun semakin bingung dan berusaha tetap tenang.
Namun orang tuanya juga tidak hanya berdiam diri, namun juga berusaha meminjam kesana kemari, namun gagal terus, dan pada akhirnya orang tuanya mendatangi seseorang untuk meminjam uang agar bisa membayar uang kuliahnya Ahmad tersebut, kemudian orang tua Ahmad tersebut mengatakan keinginannya kepada salah seorang yang ia kenal agar bisa meminjamkan uang kepadanya, ternyata orang tersebut kebetulan ada uang sesuai yang ingin diinjam oleh bapak Ahmad tersebut, maka akhirnya bapak Ahmad pun menemukan uang untuk pembayaran masuk Kuliahnya tersebut.
Maka tinggal 2 hari lagi pembayaran kuliah tersebut ditutup, Akhirnya orang tua Ahmad mengirimkan uang tersebut dan dengan segera Ahmad membayarkan uang Kuliahnya tersebut, maka akhirnya pun Ahmad sangat senang sekali, karena impiannya telah tercapai untuk bisa bersekolah di STAIN Palangka Raya, yang dulu hanyalah sebuah impiannya saja, namun akhirnya semua itu menjadi kenyataan dan Ia sangat bahagia sekali dan bersungguh-sungguh untuk belajar di perguruen tinggi tersebut.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar